Senin, 15 Agustus 2011

Financial Planning


Financial Planning

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Syariah
Financial Planning (Perencanaan Keuangan) sangat penting untuk dilakukan. Tidak bisa menggunakan pedoman “biarkan hidup mengalir”. Perencanaan kuangan diperlukan agar rencana-rencana kehidupan menjadi terarah. Perencanaan kuangan diperlukan mulai dari tingkat Negara hingga tingkat keluarga bahkan individu.  
Di tingkat keluarga dan individu, perencaan keuangan sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam hal ini perencanaan keuangan terkait dengan kewajiban untuk mempersiapkan apa yang akan dibutuhkan esok, baik di dunia maupun di akhirat, serta terkait dengan anjuran untuk persiapan bagi generasi yang akan datang.
Perencanaan keuangan akan membantu keluarga/individu untuk menghadapi resiko-resiko yang akan terjadi,  dimana resiko itu sangat tidak terduga.
Dengan perencaan keuangan, maka jika terjadi sesuatu tidak akan mengganggu rencana/tujuan keuangan keluarga, seperti rencana pendidikan, rencana ibadah, rencana membeli kendaraan, rencana investasi dan sebagainya. Contoh resiko antara lain: kenaikan harga BBM, kenaikan harga kebutuhan pokok, inflasi, pelemahan rupiah, dan sebagainya.
Financial Planning dapat dilakukan secara konvensional maupun secara syariah. Bagi seorang muslim tentu saja dianjurkan untuk melakukanya secara syariah. Saat ini ada Islamic Financial Planning. Bedanya dengan system konvesional adalah tentu saja perencanaan keuangan dilakukan dan mencakup hal-hal yang bersifat syar’i. Misalnya dalam menempatkan dana ke tabungan dan investasi tidak berpikir bunga, melainkan bagi hasil. Dalam sistem syariah, pengelolaan keuangan juga mencakup hal-hal ibadah seperti zakat dan sedekah. Ada factor spiritual yang ditanamkan dalam pengelolaan keuangan secara syariah. Misalnya dalam berbelanja diingatkan agar tidak berbelanja pada hal-hal yang konsumtif, berlebihan dan mubazir.(Smart FM Jakarta )

Perang Terhadap Korupsi


Smart Syariah: Perang Terhadap Korupsi

By  
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Syariah
Korupsi merupakan penyakit latent yang sudah terjadi sejak berabad-abad silam. Islam sangat melarang korupsi. Rasulullah SAW sangat tegas dalam melawan korupsi. Setiap mendengar atau mengetahui tekah terjadi tindakan korupsi, wajah Rasulullah memerah karena marah.
Rasulullah bahkan bersabda: "ALLAH akan melaknat pemberi, penerima, dan semua pihak yang terlibat dalam tindakan korupsi".

Salah satu kasus korupsi yang sedang disorot di Indonesia saat ini adalah kasus Gayus Tambunan. Kasus serupa sudah terjadi sejak masa Rasulullah.
Diriwayatkan, Ibnu Lutbiah adalah seorang pegawai baitul maal. Ia bertugas mengumpulkan zakat, pajak dan cukai. Ia diangkat oleh Rasulullah. Suatu hari ia ditugaskan untuk mengumpulkan zakat ke daerah yang ditunjuk. Ketika pulang dari tugas, Ibn Lutbiah lapor kepada Rasulullah, "Ini adalah untuk baitul maal, dan ini hadiah untukku". Mendengar laporan tersebut, langsung berdiri dan berkata, "Apakah kamu sadar, kalau kamu tidak diangkat sebagai pegawai dan hanya di rumah, apakah kamu akan mendapat hadiah itu? Maka kembalikan hadiah itu ke baitul maal!"

Rasulullah sangat tegas melawan korupsi, karena dampak korupsi akan sangat meluas. Contoh yang bisa kita ambil yang terjadi di negara kita antara lain:
- Lingkungan akan hancur, jika pejabat yang mengurusi amdal korupsi, atau main mata dengan pengusaha .
  Pendapatan negara hilang, jika petugas pajak dan cukai korupsi
- Ekosistem hutan hancur, jika izin tambang diberikan seenaknya tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Korupsi membuat pemberi izin tak peduli dengan lingkungan

Indonesia terancam pembangunannya jika praktek korupsi terus terjadi, terutama korupsi perpajakan. Seperti diketahui dari target penerimaan APBN yang sebesar Rp 1.202 Triliun, Rp 850 Triliun diantaranya berasal dari penerimaan pajak. Kasus Gayus, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi penerimaan pajak, karena masyarakat dan pengusaha jadi malas bayar pajak. Kalau ini terjadi maka kemampuan negara untuk membiayai pembangunan bagi rakyatnya akan terancam. Jalan-jalan rusak sulit diperbaiki, bangunan-bangunan sekolah hancur, infrastruktur tidak berkembang dan sebagainya.

Sudah waktunya Indonesia lebih tegas dalam perang melawan korupsi, agar negeri ini tidak semakin terancam kesulitan. Hadits Rasulullah: "Jika riba dan zina sduah terang benderang dilakukan dengan nyata di satu negeri, maka negeri itu sudah halal mendapat azab ALLAH". (keterangan: riba adalah 'saudara 'korupsi) .(Smart FM Jakarta )

Value Added Berbisnis Secara Syariah


Smart Syariah: Value Added Berbisnis Secara Syariah

By  
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Syariah
Bisnis mendominasi sebagian besar waktu kita. Untuk itu kita sebaiknya tidak menjalankan bisnis secara biasa-biasa saja, agar waktu kita tidak sia-sia. Kalau kita tidak mendapatkan nilai tambah dari kegiatan bisnis kita, maka kita akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Dalam syariah, ada beberapa hal yang ditekankan sebagai nilai tambah dalam berbisnis:
1. Islam melihat bisnis sebagai ibadah dan jihad.
Ibadah bukan hanya ibadah mahdhoh seperti sholat, zakat, dan haji. Tapi ibadah juga adalah suatu kegiatan yang diridhoi ALLAH SWT, baik itu kegiatan di masjid maupun di laur masjid seperti bekerja dan berbisnis.
Aktifitas apapun selama diniatkan untuk meraih ridho ALLAH adalah ibadah. Misalnya petani yang bekerja di sawah, ia meniatkan kegiatannya agar bisa menghasilkan padi, agar orang-orang tidak kelaparan, dan agar negara bisa swasembada beras, maka itu menjadi ibadah.
Dalam beraktifitas atau berbisnis, dorongan yang digunakan jangan hanya dorongan materi tapi juga nonmateri. Kalau dorongan materi saja, maka kita akan terjebak dalam rutinitas yang menjenuhkan, dan kita kehilangan makna pekerjaan.

2. Ketika melakukan bisnis, karya kita sama dengan jihad.
Dalam Al-Quran Surat Asshof, ditekankan agar berjihad dengan hartamu dan jiwamu. Hubungan antara bisnis dan jihad menjadi penting dan kuat. Kalimat dalam Al-Quran itu mempunyai  makna yang luar biasa.
Dalam gramatikal Bahasa Arab, jihad berasal dari kata juhud. Seseorang yang melakukan aktifitas/ikhtiar secara maksimal disebut mujtahid. Ini bermakna kalau melakukan sesuatu aktifitas termasuk bisnis kita tidak boleh asal-asalan.

- Tantangan yang ada dalam mendapatkan value added dari kegiatan bisnis adalah, bagaimana menciptakan sistem kerja yang mendukung, agar kita/karyawan bersungguh-sungguh dan berjihad dalam melaksanakan tugasnya.
- Kita bisa meniru sistem ALLAH SWT yaitu sistem reward and punishment. ALLAH menerapkan hal itu agar umat mau beribadah, disertai dengan juklak-juklak yang jelas. Perusahaan bisa menerapkan hal itu agar bisnis berjalan dengan baik, dan hubungan antar karyawan dibingkai dengan jelas.(Smart FM Jakarta )

The Happiness Advantages

The Happiness Advantages

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
TDW Show
Hasil penelitian memutarbalikkan konvensional wisdom. Ternyata kita bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus, gaji besar, promosi yang menarik, jika kita bahagia. Ya, kebahagiaan akan menuntun kita untuk meraih kesuksesan. Mungkin penjelasan sederhana nya adalah, jika kita bahagia, kita akan berusaha untuk mendapatkan semua itu dengan senang. Jika kita menjalankan pekerjaan kita dengan senang, maka pekerjaan kita akan selesai dengan baik, dan peluang promosi akan lebih terbuka.

Orang yang bahagia, peluang suksesnya lebih besar dibandingkan dengan orang yang selalu menggerutu. Siswa yang bahagia akan lebih bagus nilainya dibandingkan dengan siswa yang tertekan. Bahagia, dibarengi dengan strategi yang jitu, akan membuka peluang kesuksesan.   
Kita bisa bahagia tanpa ada alasan apapun. Kita bisa berbahagia kapan saja dan dimana saja. Tidak perlu menunggu saat-saat tertentu untuk bahagia.

Ada beberapa jurus untuk membuat kita bahagia:
1. Meditasi
2. Exercise
3. Tentukan goal/rencana yang menyenangkan
4. Berbuat baik

- Goal boleh tidak masuk akal, tapi rencana harus masuk akal. Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai goal itu mudah/mungkin dilakukan.
 - 5 perbuatan baik yang kecil - kecil saja , akan membuat kita merasa bahagia dalam waktu lama .(Smart FM)

Minggu, 14 Agustus 2011

Smart Character


Home | Smart Character | Hukum Suka Cita (Law Of Joy)

Hukum Suka Cita (Law Of Joy)

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Character
Suka cita harus kita dapatkan dalam berbagai aktifitas kita, dalam pekerjaan, keluarga, hubungan social, dan dalam kegiatan-kegiatan kita yang lainnya. Kita harus tahu, apa yang membuat kita suka cita dari kegiatan-kegiatan tersebut. Kita harus menemukan titik-titiknya.    
Bagaimana agar kita bisa mendapatkan suka cita? Kata kunci nya adalah “respon yang benar”. Suka cita tidak tergantung pada suasana di luar kita, tapi berasal dari dalam diri. Suka cita adalah perasaan hati yang bernuansa kegembiraan dan kebahagiaan. Pikiran mengontrol perasaan/hati. Meskipun hati tidak logis, tapi jika pikiran logis masih bisa dikendalikan.

Suka cita juga bermakna kita merasa memperoleh sesuatuyang kita rindukan. Dan itu adalah kebenaran dan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Suka cita harus kita rasakan setipa hari, karena hal itu akan membuat hidup penuh energy.

Unsur-unsur suka cita adalah:
- Rasa cukup
- Rasa syukur
- Melakukan sesuatu seperti melakukannya kepada/untuk Tuhan.

Suka cita bukan selalu karena kita mendapatkan hadiah, tapi ketika kita bisa melakukan sesuatu yang berarti untuk orang lain. Itulah suka cita yang sesungguhnya. Orang yang tidak punya rasa syukur akan susah untuk bersukacita. Dengan rasa syukur, ketika kita menghadapi hal-hal yang tidak mengenakkan atau harapan kita belum tercapai, maka kita tidak menyesalinya , melainkan tetap bersyukur dan bersabar disertai usaha yang maksimal .

Jumat, 12 Agustus 2011

Raja Yang Kreatif


Raja Yang Kreatif

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Ethos
Terdapat seorang raja yang sangat dipuja oleh para punggawa. Mereka berusaha ‘menjilat’ raja. Segala sesuatu yang diucapkan adalah untuk menyenangkan raja.  Suatu hari raja mengajak para punggawa jalan-jalan di tepi pantai. Di pantai raja menghardik lautan, “Bangunlah! Bergerolalah!”. Tapi laut diam saja. Raja mengulang hardikannya berulang-ulang. Tapi laut tetap diam. Lalu raja berkata kepada para punggawa, “Aneh, kalian selalu mengatakan aku raja sakti yang bisa berbuat apa saja, Tapi nyatanya laut tidak tunduk pada perintahku”. Para punggawa mulai pucat. Ketahuanlah kalau pujia-pujian mereka kepada raja adalah gombal.

Lalu raja berkata, “Mohon kalian tidak mengucapkan kata-kata yang berlebihan kepadaku. Aku  memang raja, tapi aku manusia juga. Adapun orang yang sakti dan perkasa,  tidak ada seorangpun yang  seperti itu, yang seperti itu hanya Tuhan. Kita manusia adalah orang biasa. Mari bertindak biasa-biasa saja”

Cerita ini mengingatkan tentang seni memimpin.  Raja itu mendemokan kepada kita bagaimana seni untuk mengatakan yang benar kepada punggawanya dengan teknik yang kreatif. Kalau Anda seorang pemimpin, maka Anda perlu banyak belajar seni, apakah itu seni motivasi, menegur, berkomunikasi. Itu adalah ketrampilan manajerial yang ada dalam kategori seni atau kreatifitas.  Kita perlu kreatif untuk memecahkan masalah. Tidak ada cara tunggal. Jangan terpaku pada satu metode. Bukalah pikrian Anda terhadap hal-hal baru. Maka pikiran menjadi kaya dengan berbagai pilihan solusi.(Smart FM)

Biografi Sebuah Cangkir Antik


Home | Smart Ethos | Biografi Sebuah Cangkir Antik

Biografi Sebuah Cangkir Antik

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Ethos
Adalah sepasang suami istri yang sudah menikah selama  25 tahun. Mereka ingin merayakan pernikahan peraknya dengan melancong ke luar negeri, mereka memilih London. Di sana mereka memuaskan kebahagiaan dengan jalan-jalan, makan-makan dan sebagainya. Pada hari terakhir, mereka mengunjungi toko antik. Mereka memang pecinta barang-barang antik dan koletor cangkir antik.  Mereka melihat cangkir unik dan bagus. Mereka  ingin membelinya sebagai memori pernikahan mereka.
Ketika si nyonya sedang memperhatikan cangkir itu dengan seksama, tiba-tiba cangkir itu bicara, “Hay Nyonya, apakah Anda tahu riwayat hidupku?”. Si nyonya terkejut dan tidak bisa memberi respon apa-apa. Cangkir lalu melanjutkan, “Dulu aku adalah lempung. Sebagai lempung aku dikumpulkan, dibawa ke bengkel, dibanting-banting,  diaduk, dibentuk, dan dibakar di dalam oven. Panas sekali, aku  merasa ini adalah neraka. Kemudian aku dikeluarkan untuk dibentuk lagi, aku diperhalus dengan perkakas, rasanya sakit sekali. Aku lalu diberi hiasan. Demkianlah cerita tahap demi tahap sampai aku menjadi cangkir. Hingga akhirnya aku sampai di toko ini”.
Pertanyaan buat kita adalah, bagaimana riwayat hidup Anda? Apa Anda dulu? Darimana Anda hidup dan darimana karir Anda? Kalau Anda sudah bekerja selama 20 tahun, maka usia Anda saat ini mungkin sekitar 40-45 tahun. Tapi berapapun usia Anda, itu adalah sebuah pengalaman. Anda mempunyai cerita yang panjang.
Sebagai manusia, cerita kita tidak dimulai sejak kita lahir saja, tapi jauh sebelum itu. Bersambung dari ayah ibu kita, bahkan nenek moyang kita.  Hingga hari  ini, kita menapaki pekerjaan kita , kota kita,  keluarga kita, itu adalah sebuah cerita panjang. Salah satu dimensi penting dalam kehidupan adalah cerita itu sendiri. Orang sering menilai hidupnya dari perolehannya saat ini. Itu tidak salah. Tapi  dimensi yang juga penting adalah kisah kehidupan kita. Ketika kelak kita sudah tiada, kisah hidup kita barangkali bisa diabadikan. Itulah yang tersisa yang diwariskan kepada keturunan kita. Jadikan biografi kita inspirasional bagi sekeliling kita terutama keluarga kita. Seperti cerita cangkir antik, kita adalah insan yang punya cerita.(Smart FM)