Senin, 04 Juli 2011

Zona Bebas Gosip

Zona Bebas Gosip

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Happiness
Gosip saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gosip dianggap sebagai sesuatu yang biasa terjadi. Gosip sudah mendapat pemaknaan yang “bukan masalah”. Padahal di masa lalu dan ini yang sebenarnya, gosip adalah sesuatu yang berkonotasi buruk. Di tempat kerja, gosip bisa menjadi penghalang.

Gosip adalah pertukaran informasi negative dari 2 pihak, tentang pihak yang lain. Untuk itu, gosip melibatkan 2 pihak, yaitu: yang menggosipkan, dan yang digosipkan. Gosip lahir dari ketidakpuasan, emosi yang terpendam, kesal dan kecewa yang tidak bisa disalurkan dengan normal.

Agar kita tidak digosipkan: jangan bertindak yang aneh-aneh, jangan mengecewakan orang lain, jangan melakukan tindakan yang mencurigakan, jangan membuat status yang aneh di FB atau BB, karena hal itu akan mengundang pertanyaan dari orang lain. Intinya adalah berprilaku yang wajar. Selain itu, jika ada masalah jangandisembunyikan. Orang bergosip karena kita menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi. Kalau kita terbuka, maka tidak ada kebutuhan orang untuk bergosip.

Salah satu hambatan gosip sukar diberantas adalah karena adanya anggapan bahwa kita tidak bisa hidup tanap gosip. Ini perlu dibenahi. Kita harus punya kesadaran bahwa gosip bukan sesuatu yang biasa, melainkan sesuatu yang tidak baik.
Dari sisi pihak yang bergosip, mereka perlu diingatkan bahwa berosip membuat diri mereka buruk di mata orang lain. Gosip menunjukkan mereka tidak mampu mengekspresikan sesuatu dengan cara wajar.

Bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang bebas gosip? Bila Anda seorang pemimpin yang bisa Anda lakukan adalah:
1. Nyatakan kepada semua karyawan bahwa gosip adalah hal terlarang
2. Harus punyai sebuah cara untuk mengenali dan menghentikan gosip.
3. Harus bisa mengklarifikasi gosip kepada pihak yang digosipkan
4. Pemimpin harus menciptakan iklim komunikasi yang bebas dan otentik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar