Selasa, 27 Desember 2011

37 Kebiasaan Orangtua Yang Membuat Anak Berperilaku Buruk (2)

37 Kebiasaan Orangtua Yang Membuat Anak Berperilaku Buruk (2)

By  
Font size: Decrease font Enlarge font
Indonesia Strong From Home
Banyak orangtua mengeluhkan anaknya yang suka melawan dan sulit diatur. Sebenarnya, perilaku anak itu adalah cermin kebiasaan orangtua dalam mendidik. Ada 37 kebiasaan orangtua yang ternyata membentuk perilaku buruk pada anak. Kebiasaan kedua: berbohong kecil dan sering.

Awalnya anak kita adalah anak yang selalu mendengar kata-kata orangtua karena mereka percaya pada orangtua. Namun beranjak besar, mereka tidak lagi menurut. Tanpa sadar,  orangtua sering membohongi anaknya untuk menghindari keinginannya. Contoh: saat kita akan pergi ke kantor; anak ingin ikut. Apa yang kita lakukan? Apakah kita akan jujur atau berbohong untuk mengalihkan perhatian anak, lalu buru-buru pergi. Misalnya berkata, “ Mama hanya pergi sebentar, cuma ke situ saja kok”. Atau ketika anak susah makan kita berkata, “Nanti kalau makannya susah tidak mama akan jalan-jalan lho..”.  
   
Bohong kecil tapi sering dampaknya bisa jadi besar. Anak tidak percaya lagi pada orangtua, tidak dapat membedakan mana yang benar dan salah. Anak menganggap ucapan orangtua adalah kebohongan. Mulai dari sana, anak tidak mau menuruti kata-kata orangtua.
Berkatalah jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh pengertian dan kasih sayang. Misalnya, “Mama mau ke kantor, kamu tidak bisa ikut ya, tapi nanti kalau jalan-jalan, kamu boleh ikut.” Kita tidak perlu khawatir dengan keadaan ini. Memang  butuh waktu untuk memberi pengertian. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orangtuanya harus pergi di pagi hari. Kita harus bersabar dan memberi pengertian terus menerus. Secara perlahan-lahan, anak  akan memahami keadaan mengapa orangtuanya harus pergi di pagi  hari dan mereka tidak boleh ikut. Pastikan kita jujur dalam mengatakan sesuatu kepada anak. Perlahan-lahan, anak akan mampu memahami dan menuruti apa yang kita katakan. (am)

Subscribe to comments feedComm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar