Sabtu, 09 Juli 2011

Be Outstanding, Not Medioker

Be Outstanding, Not Medioker

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
Be outstanding adalah menjadi hebat dan luar biasa. Orang hebat punya sedikit perbedaan dengan orang yang biasa-biasa saja, tapi perbedaan itulah yang membuat mereka menjadi luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang punya standart outstanding.
Sedangkan medioker adalah average, rata-rata, standart. Jadi bisa disimpulkan medioker adalah orang yang ada dalam standart rata-rata. Standart pada golongan ini adalah bukan untuk menjadi the best, melainkan hanya mencapai standart/rata-rata.

Untuk menjadi Be Outstanding, dalam melakukan sesuatu kita harus mempunyai standart yang tinggi. Sedangkan kebanyakan dari kita, dalam melakukan sesuatu mungkin hanya asal selesai saja alias medioker. Give our best, give more value, itulah kunci outstanding. 
Apa keuntungan dari Be Outstanding? Kalau kita mempunyai atau menetapkan standart yang tinggi/di atas rata-rata, maka potensi kita akan keluar dengan sendirinya. Kelebihan yang ada dalam diri kita akan muncul. Kalau kita mau menjadi luar biasa, maka kita harus ditest sampai batas maksimal kita.

Atlet  internasional Michael Jordan bisa menjadi contoh bagaimana ia menjadi Be Outstanding. Awalnya ia hanya pemain basket biasa. Namun pelatihnya melihat Michael punya bakat dan potensi yang bisa mengantarnya menjadi atlet profesional. Tapi dengan pola latihan yang standart, hal itu sulit tercapai. Suatu hari pelatih meminta Michael untuk keluar dari timnya. Ketika Michael mempertanyakan hal itu, pelatih berkata, “Permainanmu memang baik, tapi kamu tidak punya standart”. Michael minta diberi kesempatan. Sejak saat itu ia selalu datang ke tempat latihan lebih pagi, jadual latihan ditambah, kalau melakukan kesalahan ia mendapat hukuman lebih dari biasanya.  Itu dia lakukan untuk menantang dirinya sendiri. Dari pola latihan yang diatas standart itulah Michael Jordan menjadi outstanding.     

Lalu bagaimana agar kita menjadi Be Outstanding? Buatlah target yang diatas rata-rata (lebih tinggi dari biasanya), tetapkan parameter, dispilin, tantang diri Anda. Be Outstanding, Not Medioker!(Action Coach)

I’ve Never Been To Me

I’ve Never Been To Me

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Happiness
Banyak orang sibuk mencari kebahagiaan hingga ke ujung dunia, tapi tidak juga menemukannya. Tidak mengherankan, karena kebahagiaan hanya bisa didapat dengan melakukan perjalanan “ke dalam” bukan “ke luar”. Banyak orang menyangka bahwa kebahagiaan bisa didapat dengan banyaknya kenikmatan duniawi , banyak harta, atau melakukan perjalanan wisata kemana-mana. Padahal, semakin dicari, semakin kebahagiaan tidak ditemukan. Karena ia tidak berada di luar melainkan di dalam.

Jika dianalogikan, perjalanan ke dalam adalah “duduk/diam”, paradigmanya adalah “being”. Sedangkan perjalanan ke luar adalah “berjalan”, paradigmanya adalah “doing. Perjalanan ke dalam bisa dilakukan dengan menggunakan piiran sebagai kendaraaannya.

Dengan melakukan perjalanan ke dalam, kita memikirkan ciptaan Tuhan dan kebesaran Tuhan, dalam setiap situasi. Hingga sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia, pasti ada maksud dibalik semua ciptaan dan kehendakNya. Jika sudah sampai pada kesimpulan itu, maka kita akan menemukan sumber keberadaan itu adalah Tuhan. 

Kendala untuk melakukan perjalanan ke dalam adalah karena  “tidak suka berada sendirian”. Ya, perjalanan ke dalam memerlukan kesendirian sejenak. Karena ketika kita berkumpul dengan orang lain/dalam keramaian, biasanya kita hanya membicarakan hal-hal yang ada di luar, bukan di dalam. Dengan sendirian, kita bisa melakukan perenungan, kontempelasi, dan sebagainya untuk menemukan kebahagiaan yang hakiki. Perjalanan ke dalam tidak membutuhkan materi, dia hanya butuh diri kita, ketenangan, waktu dan pikiran. Perjalanan ke dalam merupakan sebuah prasyarat untuk hidup bahagia.

Jumat, 08 Juli 2011

Kasus Nyontek Masal di Indonesa jadi perhatian dunia

JAKARTA--MICOM: Majalah asal Inggris The Economist, Kamis (7/7), merilis sebuah artikel berjudul "Indonesian schools: More cheating, or else! Scandals in the classroom". Artikel itu menyoroti masalah ujian nasional di Indonesia yang diwarnai oleh kasus pemaksaan menyontek yang dilakukan oleh guru di SDN 2 Gadel.

Menurut The Economist, pemaksaan yang dilakukan terhadap Alifah Ahmad Maulana untuk memberikan sontekan kepada teman-temannya saat ujian nasional membuka perdebatan mengenai betapa buruknya dunia pendidikan di Indonesia.

"Skandal itu membuka perdebatan mengenai apakah bisa mempercayai nilai yang diraih jutaan pemuda dan pemudi Indonesia yang memasuki dunia kerja setiap tahunnya di Indonesia," tulis The Economist.

Majalah itu juga menggarisbawahi betapa buruknya sikap warga Indonesia yang malahan mengecam Siami, ibunda Alifah yang mengungkapkan masalah tersebut.

"Jika Anda memandang guru yang memaksa murid menyontek adalah hal yang buruk, Anda harus melihat reaksi terhadap Siami yang mengungkapkan masalah tersebut. Bukannya memuji kejujurannya, Siami dihadapkan dengan serangan dari tetangga dan orang tua siswa SDN 2 Gadel yang menuduhnya egois dan mencoreng wajah sekolah. Dia bahkan diusir dari rumahnya," papar The Economist.

Majalah yang telah terbit sejak September 1843 itu kemudian menyebut masalah menyontek di Indonesia merupakan gambaran buruknya pendidikan di Indonesia. Guru-guru di sekolah membela diri dengan mengatakan mereka terpaksa melakukan hal tersebut karena mereka ditutut untuk meluluskan semua murid mereka demi gengsi sekolah. Akibatnya, sekolah yang dengan bangga menyebut diri memiliki kelulusan 100% tidak dipercaya oleh masyarakat. (OL-12) 


sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/07/08/240337/293/14/Sontek-Massal-di-Indonesia-Jadi-Perhatian-Dunia

Senin, 04 Juli 2011

What’s in it?

What’s in it? (Food&Drink-Countables&Uncountables)

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
This lesson focuses on Countable and Uncountable nouns, in the context of food and drink items. Nouns in English can be objects or people. Some objects can be counted easily, while others need to be measured. Countables and Uncountables are particularly noticeable when talking about food and drink.

- What’s in an oxtail soup? It has oxtail, carrots, tomatoes, potatoes, green onions, salt and pepper.
- Gado-gado has all kind of vegetables, like water spinach, cabbage, long beans, bean sprouts, etc. It is served with some peanut sauce.
- Can I have a little bit of chilli sauce with it? WRONG: Can I have a chilli sauce with it?
- I like some milk with my coffee. WRONG: I like a milk with my coffee.

Countable Nouns are things (objects) that we can easily physically count. They are easy to recognize because we can have one, two, three, or more. These are: eggs, potatoes, tomatoes, apples, oranges, bananas, etc.
Countable nouns can be singular or plural.
Example: I love oranges, We need 4 potatoes.
We can use the words a few and many with countables.
Example: I have many apples in the refrigerator, I have a few apples left to make the pie.

Uncountable Nouns are things (objects) that are difficult to divide into separate elements – they need to be measured. These are: milk, sugar, rice, salt, pepper, chocolate, bread, water spinach, etc. Uncountable nouns are treated as singular, so we use singular verbs. However, we don’t ever use ‘a/an’ with uncountable nouns.
Example: There is milk in this dish, The water is hot.
We can use the words a little and much with uncountables.
Example: We need to put a little salt on the vegetables, I don’t have much coke left.

Notes:  We can change uncountable nouns into plural with some helping words: ‘something of’
- A can of beans/fruit => Two cans of...
- A bottle of milk/coke/beer.. => Three bottles of...
- A slice of cake => Several slices of...

For both countables and uncountables, we can use the words a lot, some and any.
We need to put some salt and pepper to make it taste better.
Do we have any rice or eggs?
There’s a lot of wine left.(Smart Up Your Live)

Zona Bebas Gosip

Zona Bebas Gosip

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Happiness
Gosip saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gosip dianggap sebagai sesuatu yang biasa terjadi. Gosip sudah mendapat pemaknaan yang “bukan masalah”. Padahal di masa lalu dan ini yang sebenarnya, gosip adalah sesuatu yang berkonotasi buruk. Di tempat kerja, gosip bisa menjadi penghalang.

Gosip adalah pertukaran informasi negative dari 2 pihak, tentang pihak yang lain. Untuk itu, gosip melibatkan 2 pihak, yaitu: yang menggosipkan, dan yang digosipkan. Gosip lahir dari ketidakpuasan, emosi yang terpendam, kesal dan kecewa yang tidak bisa disalurkan dengan normal.

Agar kita tidak digosipkan: jangan bertindak yang aneh-aneh, jangan mengecewakan orang lain, jangan melakukan tindakan yang mencurigakan, jangan membuat status yang aneh di FB atau BB, karena hal itu akan mengundang pertanyaan dari orang lain. Intinya adalah berprilaku yang wajar. Selain itu, jika ada masalah jangandisembunyikan. Orang bergosip karena kita menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi. Kalau kita terbuka, maka tidak ada kebutuhan orang untuk bergosip.

Salah satu hambatan gosip sukar diberantas adalah karena adanya anggapan bahwa kita tidak bisa hidup tanap gosip. Ini perlu dibenahi. Kita harus punya kesadaran bahwa gosip bukan sesuatu yang biasa, melainkan sesuatu yang tidak baik.
Dari sisi pihak yang bergosip, mereka perlu diingatkan bahwa berosip membuat diri mereka buruk di mata orang lain. Gosip menunjukkan mereka tidak mampu mengekspresikan sesuatu dengan cara wajar.

Bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang bebas gosip? Bila Anda seorang pemimpin yang bisa Anda lakukan adalah:
1. Nyatakan kepada semua karyawan bahwa gosip adalah hal terlarang
2. Harus punyai sebuah cara untuk mengenali dan menghentikan gosip.
3. Harus bisa mengklarifikasi gosip kepada pihak yang digosipkan
4. Pemimpin harus menciptakan iklim komunikasi yang bebas dan otentik

Menerapkan Penghargaan Luar Biasa

Menerapkan Penghargaan Luar Biasa

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
TDW Show
Sebuah peneliian manajemen mengungkapkan bahwa alas an 46% karyawan yang berhenti dari pekerjaan adalah karena mereka tidak dihargai, 61% mengatakan bahwa atasan mereka tidak menganggap mereka penting sebagai manusia, dan 88% mengatakan tidak menerima pengakuan pekerjaan yang lakukan.

“Di dunia ada lebih banyak yang lapar cinta dan penghargaan daripada yang lapar roti” (Bunda Theresa). Kalimat ini menunjukkan bahwa manusia sangat butuh panghargaan, perhatian dan kasih sayang.

Sayangnya di Indonesia, menerapkan penghargaan yang luar biasa belum menjadi budaya. Dalam hal ini kita bericara tentang penghargaan dari perusahaan kepada karyawan. Padahal penghargaan bisa diberikan dengan cara yang sederhana, seperti memberi Jempol, mengucapkan Terima Kasih, ucapan lewat sms atau email, menepuk bahu, dan lain-lain. Penghargaan dari perusahaan akan memotivasi karyawan.

Ada 3 jenis penghargaan yang terkait dengan tipe kepribadian seseorang:
1. Auditori (mendengar). Orang auditori suka menerima sesuatu yang sifatnya dikatakan atau disampaikan secara langsung. Jika dikirimi kartu atau email, dia akan berpendapat “mengapa dia tidak meluangkan waktu untuk menemuiku dan mengatakannya secara langsung?”
2. Visual (melihat). Orang visual suka menerima sesuatu yang bisa mereka lihat. Mereka menyukai kartu, plakat, bunga, atau penghargaan dalam bentuk apapun yang bisa mereka lihat dan menyimpannya sebagai kenangan.
3. Kinestetik (merasakan). Pelukan, jabatan tangan, tepukan di punggung, atau melakukan sesuatu bersama-sama, merupakan hal yang disukai orang kinesetik.

Ada 10 cara untuk memotivasi karyawan, yaitu : Gaji bagus, Jaminan kerja, Peluang promosi, Kondisi kerja yang baik, Pekerjaan menarik, Kesetiaan manajemen, Disiplin yang penuh pertimbangan, Penghargaan, Sikap memahami, Merasa terlibat.
Penghargaan, sikap memahami, dan merasa terlibat, merupakan 3 cara memotivasi yang sangat ampuh dan tidak memerlukan biaya. Hanya butuh beberapa saat untuk memberikannya.

By 
Font size: Decrease font Enlarge font
TDW Show
Sebuah peneliian manajemen mengungkapkan bahwa alas an 46% karyawan yang berhenti dari pekerjaan adalah karena mereka tidak dihargai, 61% mengatakan bahwa atasan mereka tidak menganggap mereka penting sebagai manusia, dan 88% mengatakan tidak menerima pengakuan pekerjaan yang lakukan.

“Di dunia ada lebih banyak yang lapar cinta dan penghargaan daripada yang lapar roti” (Bunda Theresa). Kalimat ini menunjukkan bahwa manusia sangat butuh panghargaan, perhatian dan kasih sayang.

Sayangnya di Indonesia, menerapkan penghargaan yang luar biasa belum menjadi budaya. Dalam hal ini kita bericara tentang penghargaan dari perusahaan kepada karyawan. Padahal penghargaan bisa diberikan dengan cara yang sederhana, seperti memberi Jempol, mengucapkan Terima Kasih, ucapan lewat sms atau email, menepuk bahu, dan lain-lain. Penghargaan dari perusahaan akan memotivasi karyawan.

Ada 3 jenis penghargaan yang terkait dengan tipe kepribadian seseorang:
1. Auditori (mendengar). Orang auditori suka menerima sesuatu yang sifatnya dikatakan atau disampaikan secara langsung. Jika dikirimi kartu atau email, dia akan berpendapat “mengapa dia tidak meluangkan waktu untuk menemuiku dan mengatakannya secara langsung?”
2. Visual (melihat). Orang visual suka menerima sesuatu yang bisa mereka lihat. Mereka menyukai kartu, plakat, bunga, atau penghargaan dalam bentuk apapun yang bisa mereka lihat dan menyimpannya sebagai kenangan.
3. Kinestetik (merasakan). Pelukan, jabatan tangan, tepukan di punggung, atau melakukan sesuatu bersama-sama, merupakan hal yang disukai orang kinesetik.

Ada 10 cara untuk memotivasi karyawan, yaitu : Gaji bagus, Jaminan kerja, Peluang promosi, Kondisi kerja yang baik, Pekerjaan menarik, Kesetiaan manajemen, Disiplin yang penuh pertimbangan, Penghargaan, Sikap memahami, Merasa terlibat.
Penghargaan, sikap memahami, dan merasa terlibat, merupakan 3 cara memotivasi yang sangat ampuh dan tidak memerlukan biaya. Hanya butuh beberapa saat untuk memberikannya.(Tung Dessem Waringin)

Five Secrets You Must Discover Before You Die

TDW Show: Five Secrets You Must Discover Before You Die

By  
Font size: Decrease font Enlarge font
TDW Show
Ada 5 Rahasia Yang Harus Kita Ketahui Sebelum Meninggal. Orang yang tidak pernah berpikir tentang kematian adalah orang yang tidak pernah hidup. Kita bisa memikirkan tentang hal itu pada usia berapapun. Jangan menyadari hal itu pada usia sudah menjelang ajal. Dengan memikirkan tentang kematian, maka kita akan berusaha untuk membuat hidup kita lebih berarti.

5 Rahasia yang harus diketahui sebelum meninggal, pada umumnya terkait dengan kebahagiaan, yaitu:
1. Be True to Your Self. Ikutilah kata hati dan mimpi Anda.
Pertanyaan untuk diri sendiri: Apakah hari ini/minggu ini adalah hari/minggu yang menyenangkan?
2. Leave No Regrets. Tidak meninggalkan penyesalan. Orang yang tidak meninggalkan penyesalan / paling sedikit menyimpan penyesalan adalah orang yang bahagia.
Pertanyaan untuk diri sendiri: Bagaimana saya merespon kejadian-kejadian dimasa lalu?
3. Become Love. Semakin Anda membagi kasih sayang, semakin Anda menemukan kebahagiaan.
Pertanyaan untuk diri sendiri: Apakah saya meluangkan waktu untuk teman dan keluarga minggu ini? APakah saya sudah menyertakan cinta dan kasihsayang dalam setiap interaksi?
4. Live the Moment. Living the moment berarti menjalani kehidupan Anda dengan simple dan apa adanya.
Pertanyaan untuk diri sendiri: Apakah saya sangat menikmati apapaun yang saya lakukan hari ini/minggu ini?
5. Give More Than You Take. Usahakan untuk memberi sebanyak-banyaknya.
Pertanyaan untuk diri sendiri: Apakah saya sudah membuat dunia ini menjadi lebih baik, dalam bentuk kecil sekalipun?

Mungkin pesan penting yang bisa diambil dari 5 Rahasia Yang Harus Kita Ketahui Sebelum Meninggal adalah jangan terlambat untuk mulai menemukan arti kehidupan, atau kehidupan yang berarti. Berapapun usia kita saat ini tidak menjadi masalah. Yang diperlukan adalah wawasan, pengetahuan, dan keinginan kuat untuk berubah.(Tung Dessem Waringin)