Rabu, 27 April 2011

Gunakan Selalu 2 Belah Otak Anda

Orang hebat dan sukses menggunakan kedua belah otaknya. Apakah anda juga? Saya yakin belum. Padahal menggunakan 2 otak tidak hanya menjamin kemampuan berfikir dan belajar anda, tapi juga akan meningkatkan daya ingat.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan 2 belah otak:
1. Tambahkan warna dalam berkas anda. Warna tidak hanya mengaktifkan seluruh fungsi otak kanan, tapi juga membantu berfikir kreatif dan rileks. Gunakan warna untuk mengelompokkan informasi atau folder anda, dan gunakan huruf-huruf yang bervariasi.
2. Mendengarkan radio. Dengan mendengar radio anda akan membayangkan atau memvisualisasikan sesuatu, apakah itu  wajah penyiar, suasana di studio, dan sebagainya. Berbeda dengan TV yang hanya menyuapi otak dengan visual, maka radio membantu melatih otak visual untuk lebih aktif.
3. Bekerja dengan musik. Musik adalah fungsi dari otak kiri dan kanan. Bekerja dan belajar akan lebih efektif dengan / sambil mendengar musik.
4. Sering berjalan kaki. Saat berjalan, ayunkan tangan, dan rasakan silangan saat kaki kiri dan kaki kanan maju bergantian. Ini akan membuat kontak antara otak kiri dengan otak kanan lebih baik.
4.Belajar menggunakan mind map.Mind map adalah thinking tool yang menjaimn anda menggunakan seluruh potensi dan kemampuan otak secara maksimal. Mind map adalah brain management, yang menjamin anda menggunakan kedua otak anda.(Sutanto Windura)

Memahami Perbedaan Setiap Anak

Mari kita kenali tipe anak-anak kita, agar kita bisa mendidik mereka sesuai dengan sikap dan kepribadiannya. Ada 6 tipe anak:
1. Anak yang cenderung bicara seperlunya, tegas, suka menuntut, kritis, sistematis, mempunyai logika yang bagus. Ini adalah ciri anak dengan dominasi otak kiri, dan dengan kekuatan indra visual, atau mengolah informasi melalui penglihatan.
2. Anak yang Cenderung suka bicara, suka berdebat, kritis, bicaranya terbuka, langsung bicara apa adanya, dan mempunyai logika bagus. Ini adalah ciri anak dengan dominasi cara berfikir otak kiri, dengan kekuatan indra auditory atau megnolah informasi melalui pendengaran.
3. Anak yang tidak banyak bicara, suka bergerak, tidak mudah diatur, kritis, mempunyai logika bagus, cekatan, cepat, dan mempunyai fisik yang kuat.Ini adalah anak dengan domiansi cara berfikir otak kiri, dengan kekuatan indra gerak tubuh. Otak mereka baru bisa bekerja jika mereka bebas bergerak dengan aktifitas langsung.
4.Anak yang suka melamun, berdiam diri, suka berkhayal, jika diajak bicara seperti  tidak dengar atau acuh tak acuh. Sukit mengeja kata, dan suka mengggambar. Ini adalah ciri anak dengan dominasi otak kanan, dengan kekuatan indra visual atau mengolah informasi melalui penglihatan.
5. Anak suka bicara tapi tidak karuan dan sulit dimengerti, bicaranya  tidak runtut, dan suka bercerita tentang khayalan-khayalannyanya. Saat kecil ia suka mengoceh sendiri, sulit mengeja, tapi percaya diri untuk bicara. Ini adalah anak dengan dominasi  otak kanan, dengan kekuatan auditory, atau mengolah infromasi melalui proses pendengaran.
6. Anak yang tidak banyak bicara, tapi terus bergerak dan sulit diam, bahkan sering membahayakan dirinya, ia juga berani melakukan hal-hal yang berbahaya. Ia suka olah raga dan membuat karya, baik dalam rancang bangun, gambar atau mainan. Ini adalah anak dengan dominasi otak kanan,dengan kekuatan indra kinestetik, atau mengolah informasi melalui gerak tubuh.
Diantara ciri-ciri itu ternyata tersimpan potensi unggul dan luar biasa yang siap dikembangkan. Namun sayangnya kita sering melihatnya dari sisi kelemahan. Andai saja para guru dan orang tua mau memahami kodrat penciptaan anak yang unik dan berbeda, serta mau mengajari mereka sesuai dengan cirinya masing-masing, maka mungkin tidak akan ada lagi murid yang dikatakan bermasalah, yang ada adalah murid berprestasi.(Ayah Edy)

Anak-anak yang Dominan Otak Kanannya

Otak berfikir anak terbagi atas otak kiri dan otak kanan. Kedua otak itu mempunyai kemampuan kerja yang berbeda.
  • Otak kiri bekerja dengan sistim simbol, sedangkan otak kanan dengan sistim gambar.
  • Otak kiri bekerja secara sequensial, sedangkan otak kanana bekerja secara random atau acak.
  • Otak kiri bekerja dengan fungsi logika, sedangkan otak kanan dengan fungsi kreatif dan seni.
  • Otak kiri belajar dari detil untuk mendapatkan gambaran besar, sedangkan otak kanan belajar dari gambaran besar untuk menuju detil.
Dalam urutan proses kerja juga terdapat perbedaan antara anak dengan kekuatan otak kiri, dengan anak dengan kekuatan otak kanan. Anak dengan otak kiri langsung meng-eksekusi, baru merekam dalam fikiran. Sedangkan anak dengan otak kanan merekam lebih dulu dalam fikiran, baru meng-eksekusi. Kemampuan berfikir anak ditentukan oleh otak mana yang dominan.
Sering muncul masalah pada anak dengan otak kanan. Sesuai fungsinya, anak dengan otak kanan sering mengalami permasalahan umum. Ada beberapa penilaian yang sering diberikan kepada anak dengan kekuatan otak kanan:
1. Sering dinilai agak lambat dalam berfikir. Padahal jika dia telah berhasil merekam, ia akan jauh lebih cepat mengeksekusi.
2. Dikategorikan sering melamun. Padahal ia sedang merekam informasi sebelum melakukan eksekusi. Jika diajak bicara ia memang tidak menatap lawan bicaranya. Padahal dengan melihat keatas atau kesekitarnya, ia sedang melakukan proses merekam, dan ia memperhatikan pembicaraan.
3. Dinilai terlambat bicara dibanding anak sesuainya. Ini terjadi karena anak dengan otak kanan bekeja dengan proses merekam, baru mengeksekusi.
4. Masuk kategori sulit meng-eja dan menghitung. Hal ini disebabkan pada umumnya sekolah mengajarkan dengan simbol dan logika langsung. Padahal anak dengan otak kanan bekerja dengan sistim gambar dan imajinasi faktual.
5. Dikategorikan sebagai anak yang sulit menghadapi tes yang dibatasi dengan waktu. Hal ini disebabkan anak otak kanan bekerja dengan sistim kreatif dan seni, yang tidak bisa dibatasi dengan waktu.
Anak dengan otak kanan sering dinilai bermasalah. Padahal Tuhan telah menciptakan mereka sesuai dengan tujuannya masing-masing. Anak dengan otak kiri bisa menjadi ahli ilmu management dan organisasi. Sedangkan anak dengan otak kanan bisa menjadi anak yang mempunyai kemampuan spesial dibidangnya. Mari kita mencetak anak-anak Indonesia yang berkualitas. Tuhan telah menciptakan benihnya, tinggal bagaimana kita menyemainya.(Ayah Edy)

Expressing Feelings

Feelings and thoughts are different, but they are tied together very closely.  We react to everything with both feelings and thoughts.  Feelings are emotions and sensations, and they are different from thoughts, beliefs, convictions, and interpretations.  Learning how to express feelings is important.
First, it’s imperative to express your feelings clearly and specifically.  What kind of upset are you feeling?  Are you mad, afraid, sad, or hurt?  Second, you also need to specify the degree of the feelings to avoid being misunderstood.  Angry and annoyed show completely different degrees  of feelings.  Finally, it’s important to explain what behavior or event causes you to feel the way you do.  This is to prevent the other person to react too negatively to your statement.
There are both positive and negative feelings, and it’s okay to have ‘mixed’ feelings.
- POSITIVE:  loved, idolized, liked, alive, respected, enthusiastic, happy, thrilled, courageous, proud, concerned, optimistic, delighted,  liked, affectionate, fond, excited, pleased, glad, inspired, great, relaxed, keen, approved, interested, fine…
- NEGATIVE:  upset, reluctant, discontented, tired, indifferent, unhappy, bored, confused, helpless, annoyed, worried, disgusted, bitter, embarrassed, mad, frightened, anxious, angry, hurt, miserable, lonely, terrified, afraid, humiliated, furious, exhausted..
There are two ways to express your feelings.
1. I feel/felt + adjectives.
Examples:  “I feel so blessed to have you with me.”  “I felt so embarrassed when you told your friends about our fight.”
2. I am/was + adjectives.
Examples:  “I’m furious with him right now.”  “I was devastated when my father died.”
To ask someone how they feel, we use the same verbs.
- How do you feel about the situation?  /  How did you feel last week?
- Are you mad at him?  / Were you excited when you got the scholarship?
Common Mistake
The expression “I feel that…” is actually used for beliefs and opinions.  It is not used for showing or expressing feelings.
Wrong:     I feel that I’m scared.
Right:    I feel scared. / I’m scared.
Wrong:    I felt that I was delighted at the prospect of a new job.
Right:    I felt delighted…  / I was delighted…

Selasa, 26 April 2011

Bagaimana Orang Hebat Menggunakan Otaknya ?

Otak manusia terdiri dari 2 belahan yaitu otak kanan dan otak kiri. Bagaimana dengan orang hebat? Mereka pasti punya otak yang hebat, atau tepatnya mereka hebat dalam menggunakan otaknya.
Mari kita lihat 2 contoh orang hebat:
1. Leonardo Da Vinci. Karyanya yang terkenal antara lain lukisan Monalisa, dan The Last Supper. Melihat karya-karyanya, kita tidak perlu meragukan lagi kehebatan otak kanannya. Tapi tahukan anda kalau Leonardo Da Vinci juga seorang perencana strategi militer yang merancang konsep tank baja, tangga pemadam kebakaran dan helikopter? Hal itu membutuhkan kematangan logika dan perhitungan matematis yang akurat. Dengan demikian, ia memiliki otak kiri yang juga hebat. Ini menunjukkan Da Vinci menggunakan kedua belah otaknya dengan hebat.
2. Bill Gates. Pendiri soft ware terbesar di dunia. Kemampuannya menghasilkan  produk teknologi tinggi, sudah tentu ia memiliki otak  kiri yang hebat. Bill Gates muda, mempunyai kemampuan logika yang hebat. Jika dari dulu ia tadak yakin dengan imajinasinya bahwa industri soft ware akan lebih hebat dari industri hard ware, mungkin ia sudah menjual produknya ke perusahaan hard ware ternama. Kehebatan imajinasinya itu menunjukkan kepiawaian otak kanannya. Seperti Da Vinci, ini menunjukkan Bill Gates juga menggunakan kedua belah otaknya dengan hebat.
Orang hebat, jenius dan sukses, menggunakan kedua otaknya dengan maksimal. Bagaimana dengan Anda? Bagaimana Anda akan menggunakan otak Anda pada sisa hidup anda?

Membaca Penuh Konsentrasi

Hampir setiap orang bisa membaca.  Tapi apakah anda mudah mempertahankan konsistensi saat membaca? Bagaimana dengan anak anda?
Membaca adalah kegiatan berpikir dominasi otak kiri. Kegiatan ini menseimbangkan kegiatan otak kanan yang cenderung melamun.
Ciri-ciri orang yang tidak bisa konsentrasi dalam membaca adalah:
- Sudah membaca sekali, tapi tidak bisa mengingat isi bacaan.
- Merasa perlu untuk mengulangi bacaab berkali-kali
- Suka melamun ditengah-ditengah bacaan
- Suka teralihkan perhatiannya saat membaca
Tisp agar bisa membaca dengan penuh konsentrasi.
1. Hilangkan gangguan eksternal yang bisa mengganggu kegiatan membaca. Misalnya dengan memberikan penerangan yang cukup, dan jauh dari kebisingan
2. Hilangkan gangguan internal. Pastikan kesehatan mata, perhatikan sikap duduk saat membaca, buat kondisi yang nyaman, condongkan buku 45 derajat dari meja agar tegak lurus dengan mata.
Dari sisi management otak, tips agar konsentrasi dalam membaca adalah:
1. Perkuat motivasi anda dalam membaca buku, carilah manfaatnya dari membaca agar anda tahu tujuan membaca. Dengan demikian anda akan termotivasi, dan akan mengaktifkan otak kanan dan kiri, sehingag bekerja dengan harmonis.
2. Mata didisain untuk mengikuti benda yang bergerak, akan tetapi huruf dalam buku adalah diam, ini akan membosankan mata. Untuk mengatasinya, gunakan pulpen atau pensil untuk memandu gerakan mata. Beri irama atau ketukan saat membaca. Saat selesai membaca pada satu kalimat, beri ketukan secara perlahan. Ketukan ini untuk memberi irama sehingga mengaktifkan otak kanan agar seimbang dengan kegiatan kiri.

Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan

Judul Buku: Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan
Penulis        : Ippho ‘Right’ Santosa
Penerbit     : Elex Media Komputindo
Otak kanan adalah otak percepatan. Karena itulah pendekatan yang kami (penulis) gunakan pada buku ini adalah pendekatan khas otak kanan. Di mana Anda tidak perlu berlama-lama (spontan), tidak harus urut (lateral), berasumsi tidak ada yang mustahil (imajinatif), dan berbasis hubungan (personal).
Sebelum Anda membaca buku ini, silakan renungkan kalimat-kalimat tentang uang berikut ini.
- Orang miskin yang bersabar dan orang kaya yang bersyukur sama-sama memperoleh kemuliaan di sisi Nya. Namun kita disarankan untuk menjadi kaya agar dapat berbuat lebih banyak untuk agama dan sesama.
- Ada yang bilang “Harta tidak dibawa mati”. Pdahal Mercedes dan BMW pun bisa Anda bawa mati sebagai amal kebaikan. Asalkan Mercedes dan BMW itu Anda gunakan dijalanNya.
Jika Anda setuju dengan kalimat di atas, berarti Anda telah membaca buku yang tepat. Sebaliknya jika Anda tidak setuju, berarti Anda telah membaca buku yang keliru. Lalu,  apa benar percepatan rezeki dalam 40 hari bisa terjadi? Percayalah, bila sungguh-sungguh diterapkan, mudah-mudahan itu bisa terjadi. Mengapa? Karena: Pertama, bagiNya segala sesuatu serba mungkin. Kedua, cara-cara di buku ini selaras dengan perintahNya. Ketiga, ribuan orang telah membuktikannya. (Namun kita harus paham sepenuhnya bahwa Dia Maha Berkehendak atas kehidupan kita, dan Dia Maha Mengetahui kepantasan kita).
Daftar isi :
BAB 1: Warisan Nabi
BAB 2: Piagam Tertinggi
BAB 3: Investasi Gaib & Benefit
BAB 4: Koin Keberuntungan & 3 Komoditas Termahal
BAB 5: Puncak Kenikmatan & 3 Rahasia Besar
BAB 6: Akar Serabut Kerugian & Cara Mengatasinya
BAB 7: Keajaiban ke-8