Jumat, 02 Maret 2012

Are You a Responsible Person and Leader?

Are You a Responsible Person and Leader?

By  
Font size: Decrease font Enlarge font
Smart Emotion
Kesalahan/kelalaian yang dilakukan seseorang, orang lain yang menanggung akibatnya. Itulah yang sering terjadi. Contohnya adalah insiden Xenia maut di kawasan Tugu Tani Jakarta, yang menewaskan 9 orang, serta terbaliknya kapal Costa Concordia. Peristiwa tersebut memiliki satu benang merah, yaitu “tanggung jawab”.

Apakah Anda adalah orang yang memiliki rasa tanggungjawab? Dalam tulisannya di Harvard Business Review pada Januari 2010 yang berjudul “Responsible manager”, C.K. Prahalad menuturkan tentang 11 Kriteria Pribadi dan Pemimpin yang bertanggungjawab, yaitu:
 1. Bertanggungjawab disaat-saat kritis dan tidak menentu
 2. Bertanggungjawab bahwa dia sendiri mau belajar dan mengembangkan diri
 3. Bertanggungjawab dengan kesuksesan dan kegagalan
 4. Bertanggungjawab untuk mengembangkan orang lain
 5. Bertanggungjawab dengan pihak yang lebih minoritas dan lebih kurang beruntung
 6. Bertanggungjawab dengan keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan
 7. Bertanggungjawab dengan hal-hal lain, termasuk dengan keluarga
 8. Bertanggungjawab dengan hasil maupun proses pencapaian
 9. Bertanggungjawab dengan posisi yang dipegang
10. Bertanggungjawab dengan apa yang dilakukan, bukan cuma sekedar apa yang dibicarakan
11. Bertanggungjawab dengan kekurangan dan kelemahan diri yang mungkin bisa membuat kekecauan  
Jangan lari dari tanggungjawab, karena ketika kita lari dari tangungjawab, hidup akan terus memberi pelajaran yang sama sampai kita terus belajar bertanggungjawab.
Tanggungjawab mudah dilakukan pada situasi yang normal/baik-baik saja. Tapi pada situasi sulit dan kritis, jarang orang mau bertanggungjawab. Kebanyakan orang hanya menyalahkan orang lain. Jarang sekali orang menunjukkan jari/kesalahan  ke arah dirinya sendiri.
Pentingnya rasa tanggungjawab pada pemimpin. Seorang pemimpin sering tidak menyadari ada kontribusi kekacauan yang berasal dari kekurangan dirinya. Pemimpin harus mau bercermin, cari kekurangan diri yang mengakibatkan terjadinya sebuah persoalan. Jangan hanya menyalahkan orang lain. Ingatlah, tanggungjawab itu mahal harganya! (am)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar