Moralitas Enterpreneur
By 20 January 2012
Moral adalah bagian dari etika. Moral harus menjadi falsafah hidup bagi enterpreneur/pelaku bisnis. Dalam menjalankan usahanya, ia tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan moral.
Antara lain:
- Tidak provit oriented hingga melakukan berbagai cara untuk mencari keuntungan, termasuk dengan cara-cara yang merugikan orang lain.
- Dalam menjalankan usahanya melihat mana yang benar dan mana yang salah, mana yang hitam mana yang putigh, tidak ada yang abu-abu.
Menjalankan usaha dengan moralitas akan mendatangkan keuntungan. Jangan takut rugi karena moralitas. Salah satu keuntungan yang akan diperoleh adalah munculnya kepercayaan dari konsumen.
Contoh: jika Anda seorang pengusaha di bidang makanan/minuman, maka moralitas yang bisa dilakukan adalah dengan mencantumkan/memberi keterangan tentang bahan baku/komposisi, masa kadaluarsa, cara penyajian dan lain-lain. Kelihatannya mungkin sepela, tapi hal itu akan memberi kepuasan tersendiri bagi konsumen.
Moralitas dalam berbisnis juga terkait dengan keterbukaan. Dalam hal ini, pelaku usaha bersikap terbuka tentang bisnis yang dijalankannya.
Meski demikian, moralitas dalam berbisnis (moralitas enterpreneur) jangan hanya dijadikan sebagai strategi marketing saja, melainkan harus melekat dalam bisnis. Jika hanya dijadikan sebagai strategi marketing saja maka kemungkinan terjadinya “pelanggaran moral” masih terbuka. (am)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar